Jantung kota Istanbul, Turki, diguncang bom kembar berdaya ledak tinggi sehingga sedikitnya 15 orang tewas dan 69 orang lainnya terluka, Sabtu (10/12/2016) malam, waktu setempat.
Kementerian Kesehatan Turki mengatakan, serangan bom itu terjadi di luar stadion sepak bolah usai pertandingan dua klub papan atas, yakni Besiktas dan Bursaspo.
Menurut Reuters, dari dua ledakan pertama itu, satu di antaranya diyakini sebagai aksi bunuh diri, dan terjadi di luar stadion Vodafone Arena, yang terletak di tepi Selat Bosporus.
Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu, mengatakan, bom mobil di luar stadion itu menargetkan bus polisi. Besiktas juga merupakan nama sebuah kawasan di sekitar stadion.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengutuk keras terjadinya pengeboman ganda di Istabul, Turki, Sabtu (10/12) malam, waktu setempat. Kedua serangan bom itu terjadi nyaris berbarengan usai pertandingan sepakbola antara Besiktas dan Bursaspor di Vodafone Arena.
Erdogan menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris. Dia menegaskan bahwa kedua pengeboman itu bertujuan menimbulkan banyak korban. “Serangan itu ditujukan guna menimbulkan banyak korban jiwa,” kata Erdogan, seperti dilansir Reuters.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, ledakan yang terjadi tak lama setelah pertandingan usai itu tampaknya untuk menimbulkan kematian dalam jumlah besar.
“Kami telah menyaksikan, sekali lagi di sini di Istanbul, wajah buruk terorisme, yang menginjak-injak segala bentuk nilai dan moral,” kata Erdogan dalam sebuah pernyataan seperti dirilis Agence France-Presse. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.



No Responses