Warning: Declaration of ktz_menudesc::start_el(&$output, $item, $depth, $args) should be compatible with Walker_Nav_Menu::start_el(&$output, $data_object, $depth = 0, $args = NULL, $current_object_id = 0) in /home/juniansy/public_html/wp-content/themes/kreview/includes/functions/function_head.php on line 172
Waspadalah!!! Hujan Lebat, Banjir Besar Bakal Landa Samarinda | JUNIANSYAH

Eksefitas Peningkatan Curah Hujan di Samarinda Waspada Banjir

Limpahan air dari hulu Mahakam masih menjadi ancaman banjir di Samarinda. Ancaman tersebut makin tinggi, ditambah curah hujan Kota Tepian diprediksi tinggi hingga sepekan ke depan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Temindung Samarinda Sutrisno mengatakan, hal ini dikarenakan hingga beberapa hari ke depan di atas Kalimantan ada pertemuan angin. Itu menyebabkan potensi hujan pada sore dan malam hari cukup tinggi selama tiga hari ke depan. “Intensitasnya ringan hingga lebat,” terangnya.

Seperti yang terjadi kemarin siang (1/6), hujan terjadi 90 menit. Tercatat di Temindung intensitas hujan mencapai 39 milimeter. Hal ini diperparah angin kencang dari barat laut. “Kecepatan angin maksimum 24 knot,” tuturnya.

Soal naiknya pasang laut, Sutris menerangkan, karena sudah memasuki bulan baru dan fase sabit, berangsur-angsur tinggi air menurun. “Diprediksi naik pada saat purnama,” tuturnya. Ini, menurut dia, cukup menurunkan risiko banjir besar di Samarinda. Namun, yang mesti diwaspadai adalah air dari hulu Mahakam menuju Samarinda. Kalaupun ada potensi genangan akan surut dalam sejam. Selain air dari hulu Mahakam, yang ditakutkan adalah hujan bersamaan dengan masuknya air dari hulu. Soal kapan musim penghujan berakhir, Sutris mengatakan, diprediksi akan mulai pada akhir Juni.

Sementara itu, persiapan datangnya banjir dari hulu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Chairil Anwar mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Samarinda. “Pasalnya mereka adalah garda terdepan,” ujarnya. Jika memang diperlukan provinsi turun, dia akan menurunkan timnya.



Sebelumnya, Kepala BPBD Samarinda Endang Liansyah mengatakan, banjir di hulu Mahakam merupakan hal biasa. Dia memantau limpahan air tersebut telah sampai di Kecamatan Loa Kulu dan Loa Duri, Kutai Kartanegara. Daerah itu adalah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Samarinda.

Apalagi, lanjut dia, saat ini debit air di Waduk Benanga berada pada titik 55 sentimeter limpasan air. “Itu sudah mendekati batas waspada siaga yang terletak di titik 60 sentimeter,” terangnya.

Endang meminta masyarakat yang tinggal di kawasan banjir lebih waspada. “Ketika debit waduk tinggi, Sungai Mahakam pasang, dan datang limpasan air dari hulu Mahakam, Samarinda berpotensi banjir. Harapannya masyarakat tetap waspada,” tambahnya.

Adapun itu, dari BMKG pusat, cuaca buruk tak lepas dari meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia, seperti banjir di Padang, serta angin kencang di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Sulawesi Tenggara dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh kondisi atmosfer yang sangat labil di wilayah Indonesia.

Diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan disertai peluang kejadian angin kencang, dan gelombang tinggi. Sehingga masyarakat di wilayah berikut ini agar waspada, yaitu: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua.

Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, yakni banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan