Warning: Declaration of ktz_menudesc::start_el(&$output, $item, $depth, $args) should be compatible with Walker_Nav_Menu::start_el(&$output, $data_object, $depth = 0, $args = NULL, $current_object_id = 0) in /home/juniansy/public_html/wp-content/themes/kreview/includes/functions/function_head.php on line 172
Kabar Duka Datang Dari Perairan di Batam Kapal Pengangkut TKI Tenggelam | JUNIANSYAH

Kabar Duka Datang Dari Perairan di Batam Kapal Pengangkut TKI Tenggelam

 

Kapal TKI Tenggelam

Kabar duka datang dari perairan di Batam

Tragedi kapal tongkang tenggelam kembali terulang yang berpenumpang buruh migran tidak berdokumen dari Malaysia.

Dalam rilis yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (2/11/2016), kapal jenis speedboat tersebut mengangkut 93 orang. Berangkat dari Johor Bahru, Malaysia sekitar pukul 03.40 waktu Malaysia menuju Nongsa, Batam. Kapal tenggelam sekitar pukul 05.00 WIB.

“Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi Riau yang ikut dalam proses evakuasi kapal tenggelam, data sementara jumlah penumpang 93 orang, dimana 17 orang ditemukan meninggal dunia, 39 orang berhasil dievakuasi selamat, dan 37 orang masih dalam pencarian,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Saat kejadian hujan deras disertai angin kencang sehingga gelombang cukup tinggi dan tidak aman bagi kapal-kapal kecil. Tim SAR gabungan dari Lanal Batam, Kantor SAR Batam, Polres Barelang, Polair, BPBD Provi Kepri, dibantu nelayan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.

“Saat ini, para korban selamat dibawa ke posko di Tanjung Bemban, Batu besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,” pungkasnya.

Kabar Duka Datang di Perairan Batam

Kabar Duka Datang di Perairan Batam

Tim Reaksi Cepat Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam dikerahkan untuk mencari korban kapal tenggelam yang mengangkut 93 orang TKI ilegal dari Malaysia menuju Batam.



Dari keterangan korban yang selamat, kapal cepat itu tenggelam setelah menabrak karang di Perairan Tanjung Bamben, Batu Besar, Batam, Rabu (2/11/2016).

Sampai saat ini tim SAR gabungan dari Tim Reaksi Cepat Lanal Batam, Polres Barelang dan SAR Batam masih terus melaksanakan pencarian. Lanal Batam juga mengerahkan Sea Rider, Patkamla Nipah, dan Patkamla Plampong.

“Kapal berlayar dari Malaysia pukul 03.40 WIB. Kemudian kapal menabrak karang setelah dihantam badai dan gelombang yang tinggi,” kata Komandan Lantamal Laksamana Pertama TNI S Irawan.  “Warga setempat juga masih terus melakukan pencarian,” tegasnya. 

Di kutip dari laman “Migrant CARE”, Atas situasi ini, Migrant CARE mendesak pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk:

  1. Melakukan investigasi menyeluruh atas seluruh peristiwa kapal tenggelam yang mengakibatkan buruh migran tidak berdokumen meninggal dunia yang diinidikasikan kuat sebagai implikasi sistemik dari gagalnya kebijakan perlindungan buruh migran tidak berdokumen di Malaysia yang tidak ramah dan diskriminatif terhadap mereka
  2. Melakukan evaluasi atas kebijakan penunjukan IMAN Resources sebagai satu-satunya institusi privat yang mengelola program Rehiring dan pemulangan dimana memberlakukan biaya yang mahal, berbelit, pengawasan lemah dan tidak ada jaminan kepastian hukum
  3. Membangun platform perlindungan buruh migran baik berdokumen maupun tidak di Malaysia berbasis pada penghormatan hak asasi manusia sesuai prinsip-prinsip dalam International Convention on The Protection of The Rights of Migrant Workers and Their Families.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan