Samarinda – Jenazah Almarhum Nusyirwan Ismail tiba di Balai Kota Samarinda sekitar pukul 09.03 Wita. Kedatangan iring-iringan kendaraan jenazah menampung ribuan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Selain para pegawai, Siswa Sekolah Menengah Kejuruan 1 Jalan Pahlawan, turut menyambut iring-iringan mobil jenazah dan rombongan yang sedang jalan Kesuma Bangsa, sampai menuju kantor balai kota.
Sesampainya di Balai Kota jenazah Nusyirwan Ismail disemayamkan di pelataran depan kantor untuk memberi ksempatan para Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan penghormatan terakhir sebelum di kebumikan. Jenazah diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin. Tampak pula Andi Sofyan Hasdam dan Syaharie Jaang yang mewakili keluarga masing-masing.
Dalam pengakuannya, Sugeng Chairuddin mengatakan bahwa Samarinda dan Kaltim kelihangan putra terbaiknya sebagai pemimpin masa depan. Dirinya juga meminta maaf jika almarhum ada kesalahan selama ini sebagai Wakil Walikota Samarinda ..
“Kita berduka kerena kehilangan pemimpin yang baik. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Mari kita doakan agar almarhum diterima amal dan kebaikannya, “ucap Sugeng.
Derai air mata sejumlah ASN pecah manakala jenazah dibawa kembali ke mobil ambulan. Banyak juga yang membaca shalawat mengiringi kepergian kendaraan yang mulai menjauh dari Balai Kota.
Usai disemayamkan di Balai Kota Samarinda, iring-iringan kendaraan jenazah dan rombongan langsung menuju ke Masjid Raya Darussallam untuk disholatkan dan selanjutnya dibawa ke pemakaman muslim jalan Abul Hasan.
Ribuan pelayat menyertai kedatangan jenazah almarhum Nusyirwan Ismail usai di salatkan di Masjid Raya Darussalam Kelurahan Pasar Pagi menuju pemakaman muslimin Jalan Abul Hasan Samarinda.
Sejak dari Masjid Raya Darussalam, jenazah Nusyirwan Ismail ditandu dengan berjalan kaki oleh ratusan sanak keluarga dan ASN Pemkot Samarinda. Jarak dari masjid ke pemakamam umum ini berjarak lebih kurang satu kilo meter.
Jenazah tiba di pemakaman sekitar pukul 10,40 Wita dan langsung menuju liang lahat untuk prosesi pemakaman. Jalan gang yang sempit terus penuh sesak oleh pelayat yang ingin mendekat ke area pemakaman.
Jalan Abul Hasan sejak dibawanya jenazah dari Balai Kota hingga Masjid Raya Darussalm ditutup sementara. Hingga pukul 11.00 Wita arus lalu lintas masih dialihkan ke jalan-jalan alternatif lain.



No Responses