Kecelakaan transportasi laut terjadi di awal tahun 2017. Sebuah kapal wisata di tempat rekreasi Pulau Kumala, Kutai Kartanegara, mengalami tabrakan dengan ketinting, Minggu (1/1) sekira pukul 15.20 Wita. Namun, enam orang yang menjadi penumpang berhasil selamat dan dievakuasi di Jembatan Repo-Repo.
Enam korban tersebut yaitu Yustiani (21) karyawan PT Sumalindo beralamatkan di Loa Janan, Lusiana (28) karyawan salon bealamatkan di Loa Janan Ilir, Marlina (24) warga Jalan Ciptomangunkusumo Loa Janan, Abramah Kilah (32) suami dari Lusiana, Nabil (8), dan Indo Almah (29) karyawan PT Sumalindo.
Dari keterangan petugas di lapangan, kondisi kelima korban berangsur membaik. Satu korban, Indo Almah, masih dalam masa pemulihan.
Kasi Keselamatan ASDP Kukar Minto mengatakan, semua korban selamat namun 4 orang masih dirawat di RS AM Parikesit karena mengalami syok. “Tidak ada korban jiwa, korban hanya mengalami syok bahkan ada yang sudah mencari baju ke pasar karena bajunya basah,” ucapnya.
Minto menuturkan, kejadian ini bermula ketika Kapal Wisata Kumala (KWK) dan perahu ketinting bermesin 20 PK sama-sama ingin bersandar di Pelabuhan Pulau Kumala untuk menurunkan penumpang. “Bukan tabrakan namun karena ketinting ini kena gelombang dan saling bersengolan akhirnya kapal ketinting terbalik,” ujarnya.
Ia mengatakan motoris KWK Masrani dan motoris ketinting (Najerius Arus) akan diperiksa (BAP) malam ini juga. “Ketinting dan KWK ini memang setiap Sabtu Minggu beroperasi di sekitar Pulau Kumala, surat-surat izin mereka pun lengkap,” jelasnya.


No Responses