Warning: Declaration of ktz_menudesc::start_el(&$output, $item, $depth, $args) should be compatible with Walker_Nav_Menu::start_el(&$output, $data_object, $depth = 0, $args = NULL, $current_object_id = 0) in /home/juniansy/public_html/wp-content/themes/kreview/includes/functions/function_head.php on line 172
Gempabumi Kuat M=6,2 Mengguncang Kota Kurayoshi, Jepang | JUNIANSYAH

Gempabumi Kuat M=6,2 Mengguncang Kota Kurayoshi, Jepang

Photo Dokumentasi

Photo Dokumentasi

JUMAT 21 Oktober 2016 pukul 12.07.23 WIB, gempabumi kuat M=6,2 mengguncang Kota Kurayoshi, Prefektur Tottori, di Pulau Honshu, Jepang. Gempabumi kuat ini terjadi 2 jam setelah guncangan gempabumi pendahuluan (foreshocks) berkekuatan M=4,1. Gempabumi utama (mainshocks) ini dilaporkan sangat kuat, guncangan dirasakan dalam wilayah luas di hampir seluruh Pulau Honshu bagian barat, termasuk Kota Osaka dan Hiroshima.

Hingga pagi ini laporan sementara menunjukkan dampak gempabumi menimbulkan kerusakan pada beberapa banguan rumah, 20 orang mengalami luka-luka, dan 2.980 warga dievakuasi karena khawatir akan terjadinya gempabumi yang lebih besar.

Hasil analisis BMKG, menunjukkan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 35,51 LU dan 133,95 BT. Sementara itu, menurut USGS terletak pada koordinat 35.35 LU dan 133.80 BT, tepatnya di darat, berjarak 8 km arah barat Kota Kurayoshi dengan kedalaman hiposenter 10 km.



Adanya perbedaan lokasi episenter antara BMKG dan USGS ini disebabkan karena dalam melakukan analisis BMKG tidak menggunakan data dari wilayah Jepang dan sekitarnya.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya yang dangkal, tampak bahwa gempabumi ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Sehingga gempabumi ini dapat disebut sebagai gempabumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini menimbulkan penyesaran/patahan mendatar. Berdasarkan parameter sesar ini dapat diinterpretasi adanya sebuah struktur sesar aktif berarah utara-selatan dengan pergerakan mengiri (left-lateral) di pesisir Kurayoshi.

Catatan sejarah kegempaan Jepang menunjukkan bahwa di sebelah barat zona gempa Kurayoshi saat ini, pada 10 September 1943 pernah terjadi gempabumi kuat. Gempabumi Tottori 1943 (M7,0) yang merusak dan mematikan ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Tercatat lebih dari 1.000 orang meninggal dan merusak lebih dari 7.500 rumah akibat gempabumi ini.***

Dr. DARYONO, S.Si.,M.Si.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan