Walikota Samarinda Keluarkan Edaran Pegawai Bawa ‘Botol’ Minum Sendiri

SAMARINDA. Menjalankan kebijakan dan strategi nasional pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga terlebih sampah plastik, serta mewujudkan lingkungan bersih, indah, sehat dan berkesinambungan, walikota Samarinda Syaharie Jaang mengeluarkan edaran nomor: 660.2/3244/100.14 tentang penggunaan kemasan air minum isi ulang (tumbler) alias botol minum sendiri.

“Dengan menggunakan kemasan air minum isi ulang dalam setiap aktifitas, diharapkan dapat mengurangi penggunaan air minum kemasan sekali pakai. Sering kita lihat sendiri, habis minum, langsung dibuang. Syukur syukur yang buang ke bak sampah, ada yang buang di jalanan, bahkan tiap Jumat bersih selalu kemasan minuman sekali pakai ini dipanen bertruk truk,” ucap Jaang seusai memimpin Rapat Koordinasi di rumah jabatan Walikota, Rabu (21/11).



Edaran tersebut untuk saat ini diberlakukan wajib mulai dari ASN dan non ASN di lingkungan Pemkot Samarinda. “Untuk menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan salah satunya dengan cara menggunakan kemasan air minum isi ulang,” tutur Jaang.

Jaang sendiri mengaku sudah beberapa bulan terakhir mulai mengurangi prilaku dengan minum dari kemasan sekali pakai, tapi membawa sendiri botol minum dari rumah.

“Tanya saja sama ajudan saya. Dulu di mobil itu selalu siap air minum kemasan sekali pakai. Mulai di pintu kiri kanan, dan di tengah selalu siap. Karena memang saya selalu mengamalkan minum air putih. Tapi beberapa waktu ini mulai mengubah dengan membawa sendiri,” ucap Jaang dibenarkan ajudannya Jemmy.

Oleh karena itu, Jaang mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemkot untuk menjadi pionirnya gerakan ini. “Kita awali di lingkungan Pemkot dulu, tentunya besar juga kontribusinya untuk mengurangi sampah walaupun baru di lingkungan Pemkot. Semoga bisa diikuti lebih luas lagi ke swasta hingga masyarakat sendiri,” harap Jaang.

Menurutnya, penggunaan kemasan air minum sekali pakai menjadi permasalahan terhadap lingkungan, karena sifatnya  sulit terurai secara alami, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap dampak kurang baik dari penggunaan air minum kemasan sekali pakai.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan