Semoga Tenaga Honorer Samarinda Bisa Diangkat Jadi CPNS

Nasib Guru Honorer

Samarinda – Pemkot Samarinda mengajukan penambahan lebih dari 1.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 2018 ini. Sekkot Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan usulan itu didasarkan kepada analisis jabatan (Anjab) yang diperlukan.

“Kalau jumlah pastinya berapa, itu kan tergantung pusat.  Yang pasti kami sudah mengajukan sekitar seribu lebih, kita mintanya segitu, dikasihnya berapa belum tahu,” ujarnya.

Dari seribu lebih yang diajukan, Sugeng menyebut lebih dari 50 persen di antaranya akan diisi formasi guru.  Sementara sisanya adalah tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).



“Ya sesuai dengan keperluan kita ya, jumlah pastinya tanya ke BKD lah,” paparnya.

Melihat usulan yang cukup besar tersebut, Sugeng menjelaskan bahwa lowongan tersebut terbagi dalam dua kategori.  Yakni untuk mengisi formasi yang kosong, karena ditinggal pensiun oleh ASN yang menjabat, dan karena kebutuhan. “Paling banyak itu ya karena kebutuhan (dibanding yang pensiun),” tukasnya.

Ketua Forum Solidaritas Peduli Tenaga Tidak Tetap Honorer (FSPTTH) Kaltim Wahyudin meminta agar pemkot memperhatikan nasib para pegawai yang saat ini sudah berstatus K2.  Pasalnya, dengan membuka lowongan penerimaan ASN, artinya kesempatan untuk mendapatkan pengangkatan dari pegawai honorer golongan K2 akan sirna.  

Karena itu, formasi CPNS tahun ini harus  memprioritaskan honorer K2 dan bukan membuka penerimaan secara umum.  “Di Samarinda ada sekitar 500 orang K2,” kata Wahyudin.

Namun demikian, jika penerimaan baru tetap dilaksanakan dan nantinya honorer K2 harus terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), maka ia berharap pemkot bisa memberikan hak para pegawai sesuai dengan masa kerjanya. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan