Pelayanan Di Rumah Sakit Islam Samarinda Sementara Berhenti Beroperasi

Rumah Sakit Islam Samarinda di Segel

Rumah Sakit Islam Samarinda di Segel

SAMARINDA – Terhitung sejak Rabu (16/11), pelayanan di Rumah Sakit Islam Samarinda (RSIS) ditutup dan tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pasalnya, hak pinjam pakai gedung bekas Rumah Sakit Umum berlokasi di Jalan Gurami Nomor 18 Samarinda itu tak diperpanjang dan dicabut Pemprov Kaltim.

Hal itu membuat pihak RSIS meminta maaf atas kondisi tersebut. “Mulai Kamis (malam) kami tak akan berikan pelayanan kesehatan bagi warga yang datang ke RSIS. Kami terpaksa tutup, karena hak pakai gedung telah dicabut Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak,” kata Kabag Humas RSI Samarinda, Syarif Rahman Hakim.

Keputusan itu terpaksa ditempuh, lantaran tak mengantongi izin perpanjangan pinjam pakai gedung bekas RSU tersebut. Pihak Yarsi dan Direksi RSIS menggelar pertemuan, Rabu (15/11) kemarin dan memutuskan hentikan layanan tersebut.

Dua spanduk pengumuman terpasang di depan RSIS berisi stop pelayanan RSI terhitung tanggal 16 November 2016. RSIS tidak mdapat memberikan pelayanan, karena adanya pencabutan hak pinjam pakai gedung bekas RSU oleh Gubernur Kaltim. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

“Yarsi dan Direksi memutuskan untuk menyetop pelanan kesehatan kepada masyarakat baik pelayanan rawat Inap maupun rawat Jalan, Kami berharap Pemerintah lebih bijak menyikapi hal ini, tidak saja menyangkut pelayanan kepada masyarakat tetapi juga dengan nasib 400 Karyawan RSI Samarinda,” pungkas Syarif.



Spanduk Stop Pelayanan RSIS

Spanduk Stop Pelayanan RSIS

Dia juga menyebut, sekitar 60 pasien yang sedang dirawat di RSIS hingga kini dijamin tetap mendapat pelayanan terbaik hingga sembuh. Hanya saja, pihaknya tak dapat menerima pasien baru hingga izin operasional diberikan pihak berwenang, yakni Pemkot Samarinda.

“Kami tak terima pasien baru lagi, kecuali pasien kritis dan perlu pertolongan pertama, tetap dilayani. Tapi, untuk perawatan akan dirujuk ke rumah sakit lain di Samarinda,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Kaltim, Aswanuddin mengungkapkan kliennya pada bulan April 2016 atau 6 sebelum jelang berakhirnya izin operasional sudah ajukan perpanjangan, termasuk lengkapi berkas dan persyaratan disampaikan ke tim visitasi Dinas Kesehatan Kaltim dan Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta tim Persatuan Rumah Sakit Swasta (Persi) Kaltim.

Hasilnya, RSIS dinyatakan memenuhi syarat untuk perpanjang izin operasional dan diusulkan naik kelas, menjadi rumah sakit tipe B, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan 56/2014. Sesuai ketentuan, 14 hari setelah dinyatakan layak dan lengkap, seharusnya izin tersebut telah terbit.

“Sebenarnya, izin sudah ada. Hanya saja, Pemkot Samarinda enggan menyerahkan, karena intervensi Pemprov Kaltim, karena dicabutnya keputusan Gubernur Kaltim H Suwandi tentang Pinjam Pakai Gedung bekas RSU ke RSIS. Sekarang, masyarakat tak bisa mendapat pelayanan kesehatan lagi,” jelas Aswanuddin, kemarin. (koran kaltim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan