Ini Dugaannya, Petugas Damkar Samarinda Meninggal Dunia Saat Berkendara

Samarinda –  Seorang petugas pemadam dari Dinas Damkar kota Samarinda meninggal dunia. Korban meninggal dunia atas nama Achmad Ibrahim (41), yang sehari-hari bertugas sebagai driver mobil tangki pemadam.

Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 07.00 Wita, Sabtu (31/3) saat berada di mobil bernomor polisi KT 1613 NQ di jalan Kemakmuran. Diduga, korban tewas akibat gagal jantung saat mengendarai mobilnya tersebut.

Usai ditemukan oleh warga dan unsur relawan, korban langsung dibawa ke rumah sakit, lalu dibawa ke rumah duka, yang berada di mess Dinas Damkar Samarinda, jalan Mulawarman, yang selanjutnya akan dikebumikan di TPU Damanhuri.

“Dia (korban) ini PNS golongan II B, dan sudah bergabung di Damkar sejak 2009. Orangnya rajin dan disiplin, serta suka guyon,” ucap Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Damkar Kota Samarinda, H. Yusran, Sabtu (31/3/2018).

Lanjut dia menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, diketahui pagi tadi sekitar pukul 05.30 Wita, korban sempat mengeluarkan tiga mobil dari halaman kantor Dinas Damkar, pasalnya direncanakan sekitar pukul 09.00 Wita, akan ada kunjungan murid TK. Usai mengeluarkan mobil mobil tersebut, korban lalu berkendara dengan mobil pribadinya, dan akhirnya korban diketahui telah meninggal.

“Padahal pagi itu, jam tugasnya belum mulai, dia mulai tugas seharusnya jam 08.00 Wita, tapi dia sudah kerja duluan,” ungkapnya.

Kejadian kebakaran di jalan Cendana pada Kamis (29/3) silam, menjadi tugas terakhir korban.



“Kebakaran di jalan Cendana, dia masih bertugas, jadi tugas terakhirnya,” tuturnya.

Sementara itu, sebelum jenazah korban di makamkan, terlebih dahulu dilakukan proses pelepasan secara kedinasan di kantor Dinas Damkar. Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab tewasnya seorang petugas pemadam dari Dinas Damkar Samarinda.

Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi di lokasi kejadian, korban atas nama Achmad Ibrahim (41) berkendara dengan menggunakan mobil bernomor polisi KT 1613 NQ, melaju di jalan Kemakmuran.

Saat itu, kendaraan yang dikendarai korban melaju cukup kencang, dan terlihat oleng ke sebelah kiri jalan, lalu menabrak pohon yang terdapat di pinggir jalan tersebut.

Saat pintu mobil dibuka oleh warga sekitar, korban tidak sadarkan diri dan diketahui telah meninggal dunia. Kuat dugaan korban kehilangan kesadaran dan tewas di mobilnya, akibat serangan jantung.

“Tidak ada korban lain akibat kejadian ini, saat ini masih didalami lagi penyebab korban tewas, diduga memang korban mengalami serangan jantung saat berkendara,” ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Sabtu (31/3/2018).

Untuk diketahui, korban merupakan seorang PNS golongan II B, yang bertugas sebagai driver mobil tangki pemadam di Dinas Damkar Samarinda. Sebelum diketahui tewas, pagi tadi sekitar pukul 05.30 Wita, korban sempat mengeluarkan tiga mobil dari halaman kantor Dinas Damkar, jalan Mulawarman, pasalnya direncanakan sekitar pukul 09.00 Wita, akan ada kunjungan murid TK.

Usai mengeluarkan mobil mobil tersebut, korban lalu berkendara dengan mobil pribadinya, dan akhirnya korban diketahui telah meninggal.

“Padahal pagi itu, jam tugasnya belum mulai, dia mulai tugas seharusnya jam 08.00 Wita, tapi dia sudah kerja duluan,” ucap Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Damkar Kota Samarinda, H. Yusran.

Lalu, kejadian kebakaran di jalan Cendana pada Kamis (29/3) silam, menjadi tugas terakhir korban.

“Kebakaran di jalan Cendana, dia masih bertugas, jadi tugas terakhirnya,” tuturnya. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan