Bocah Berstatus Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMK) di Samarinda Kesuciannya Direnggut Oleh Seorang Berinisial Ha

Bijak dalam menyikapi media sosial

SAMARINDA – Usianya baru 16 tahun, namun seorang gadis sebut saja, Jingga (bukan nama sebenarnya), harus mengalami sebuah peristiwa yang tak bisa dilupakan.

Bocah yang masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMK) di Samarinda itu, kesuciannya direnggut oleh seorang buruh bangunan berinisial Ha (28), warga Jalan Slamet Ryadi, Samarinda.

Jingga dua kali digagahi pelaku di kawasan Jembatan Mahkota II, Samarinda, Sabtu (31/12) silam. Akibat menye-tubuhi anak di bawah umur, Ha saat ini menjalani proses hu-kum di Mapolresta Samarinda.



Ha, dibekuk polisi pada Minggu (1/1) lalu, setelah keluarga korban melapor ke polisi. “Pelaku ditangkap tanggal 1, mulai ditahan tanggal 2,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda, AKP Sekar Wijayanti, Kamis (5/1).

Sekar menjelaskan, per-kenalan antara Jingga dan Ha bermula dari media sosial Facebook. Dari jagat dunia maya tersebut, Ha, berhasil merayu Jingga. “Pengakuan pelaku, ia menjanjikan akan mempekerjakan korban di kafe,” ujar Sekar.

Perkenalan singkat lewat jejaring sosial itu rupanya memupuk benih-benih cinta keduanya. Kendati memiliki selisih usia yang cukup jauh, hal itu tidak menjadi penghalang bagi Ha dan Jingga yang dikabarkan sempat menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. “Dari keterangan pelaku, dia pacaran dengan korban hanya tiga hari,” tandas Sekar.

Mungkin tak pernah terpikirkan oleh Jingga, ketika bertemu pertama kali dengan Ha di kawasan Jembatan Mahkota II, ia justru menjadi pelampiasan nafsu bejat kekasihnya itu.

Jingga dan Ha melakukan hubungan layaknya suami isteri di sebuah semak-semak di sekitaran jembatan Mahkota II. Setelah disetubuhi Ha, Jingga melaporkan peristiwa itu kepada orang tuanya. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan