Banjir di Samarinda Makin Meluas, Juga Merendam Panti Jompo Beberapa Lansia di Evakuasi

Banjir di Samarinda

Banjir di Kota Samarinda yang awalnya menimpa Perumahan Bengkuring pada Senin (3/4), dalam empat hari ini meluas dan semakin dalam hingga menggenangi sudut-sudut kota, bahkan jalan protokol Gatot Subroto.

“Sekarang di Blok C Perumahan Bengkuring ketinggian air mencapai 1,5 meter, dan banyak warga yang mengungsi. Sedangkan di rumah ibu saya, di Blok D yang datarannya agak tinggi, di jalananan terendam kisaran 60 cm, dan dalam rumah kami terendam 25 cm,” ujar Wiwid Marhaendra Wijaya, warga Samarinda, Kamis (6/4).

Rabu kemarin, ketinggian air di dalam rumah Wiwid masih setinggi 20 cm. Namun mulai siang ini, naik menjadi 25 cm.

Banjir pun kini meluas ke Perumahan Griya Mukti, kawasan Gunung Lingai, kawasan Pemuda yang meliputi Jalan Pemuda, Pemuda I, Pemuda II, Pemuda III, Pemuda IV. Kemudian Jalan Kesehatan, Jalan Gelatik, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Gelatik, Jalan DI Panjaitan bagian dalam, –terutama di dekat dengan bantaran Sungai Karang Mumus.

Lurah Gunung Lingai, Syarifuddin mengungkapkan, air setinggi sampai 1,5 meter menutupi RT 5, 6, dan RT 7. Total rumah terendam di Gunung Lingai adalah 1.000 rumah.

Banjir Samarinda dalam empat hari ini, akibat hujan intensitas tinggi dan hujan di Muara Badak (Kutai Kartanegara) yang merupakan hulu Sungai Karang Mumus, sehingga debet air terus naik.

Banjir mengakibatkan banyak kendaraan memutar mencari jalan lain yang tidak banjir, dan ini membuat jalan-jalan alternatif menjadi macet.



Banjir masih merendam ribuan rumah di tiga kecamatan wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak Senin pekan ini. Ketinggian air terus merangkak naik, bahkan merendam UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Dinas Sosial Kalimantan Timur. Alhasil, pengelola mengevakuasi hingga 60 lansia ke lokasi wisma lebih tinggi.

Proses evakuasi dilakukan perlahan sejak pukul 07.00 Wita pagi tadi. Air sudah merendam sebagian besar wisma para lansia. Petugas pun mesti tanggap, mengevakuasi para lansia.

“Kapasitas kami 110 orang. Yang dievakuasi ada 4 wisma, sekitar 45 orang hingga 60 orang,” kata petugas UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, Abdullah, saat ditemui di lokasi panti, Kamis (6/4).

Tujuan evakuasi, menurut Abdullah, masih berada di areal panti sosial, ke bangunan wisma yang lebih tinggi. Pemprov memang mengalokasikan dana untuk meninggikan lantai bangunan wisma secara bertahap, setelah banjir yang pernah merendam 1 meter pada tahun 2008 silam.

“Jadi, wisma tidak bisa ditinggali lagi karena air sudah masuk lantai. Kami pindahkan ke wisma berlantai lebih tinggi, yang dibangun setelah banjir 2008 lalu,” ujar Abdullah. “Ada yang sakit, dievakuasi. Yang sakit juga pasti kami evakuasi. Karena ya lantai wisma sudah kemasukan air banjir, lantai licin, kamar mandi juga banjir tidak karuan,” tambahnya.

Dijelaskan Abdullah, ke depan dia berharap, peninggian lantai dan bangunan wisma, bisa terus berlanjut, untuk memudahkan evakuasi darurat. Namun nantinya akan menjadi lain, apabila banjir tetap merendam wisma yang sudah berlantai tinggi.

“Istilahnya, di sini, wisma rumah apung. Kalau air banjir masih tinggi, mau tidak mau kami evakuasi ke UPTD sosial lainnya milik Pemprov, yang tidak terkena banjir. Jadi, menumpang ke UPTD lainnya,” ungkapnya.

Banjir sampai siang ini, sekira pukul 12.45 Wita, masih merendam ribuan rumah di kelurahan Lempake dan Sempaja Utara di Kecamatan Samarinda Utara, kelurahan Gunung Lingai dan Temindung Permai di kecamatan Sungai Pinang serta kelurahan Sidodadi di kecamatan Samarinda Ulu.

Tidak ada tanda-tanda air surut. Bahkan hujan sekira pukul 01.00 Wita dini hari tadi di Samarinda Utara, menyebabkan air semakin merangkak naik hingga 1,5 meter.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan