Video, Ribuan Mengungsi Banjir Bandang di Kota Bima, Ini Kata Gubernur NTB

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Muhammad Rum menyampaikan, banjir besar yang melanda Kota Bima terjadi dua kali dalam waktu yang berdekatan. Banjir kedua lebih besar dari sebelumnya.

Banjir pertama datang pada Rabu (21/12). Kemudian, tim gabungan bergerak melakukan evakuasi dan membersihkan sampah akibat banjir pada Kamis (22/12). Belum benar-benar selesai proses pembersihan, banjir kembali menerjang Kota Bima pada Jumat (23/12).

Rum mengatakan, perkembangan terkini sekitar pukul 07.00 Wita, kondisi terakhir saat ini sudah mulai surut. Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi empat kelurahan di Kecamatan Rasai Timur dengan penduduk terdampak sebanyak 3.581 jiwa, yang seluruhnya mengungsi. Kemudian, 30.078 penduduk di 9 kelurahan di Kecamatan Mpudan terdampak banjir dengan 29.553 jiwa mengungsi.



Banjir Bandang Menerjang Kota Bima

Lalu, 10 kelurahan di Kecamatan Raba ada 19.955 jiwa yang terdampak banjir, sekitar 19.705 jiwa mengungsi. Kemudian, sebanyak 33.492 jiwa juga terdampak banjir di Kecamatan Rasanai barat dengan jumlah yang mengungsi sebanyak 32,892 jiwa. Terakhir di empat kelurahan yang ada di Kecamatan Asakota dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 18.648 jiwa, yang seluruhnya ikut mengungsi. 

“Jumlah Keseluruhan 5 Kecamatan dengan 33 kelurahan terdampak banjir 105.758 jiwa, dan mengungsi 104.378 jiwa,” katanya, Jumat (23/12).

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi mengungkapkan penyebab banjir yang melanda kota Bima karena adanya pengundulan hutan secara masif di wilayah itu.

“Memang bencana itu, takdir dari Allah. Takdir itu, juga ada hal-hal yang mencakup bencana di bumi ini, karena ada campur tangan manusia yang berkontribusi macam-macam tidak bisa menjaga daya dukung lingkungan,” kata Zainul Majdi di Mataram, Jumat (23/12/2016).

Zainul Madi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) juga menambahkan, masyarakat tahu merusak alam ini menghancurkan ke hidupan. Bahkan, ilegal logging juga terjadi di Sumbawa Besar dimana tingkat penurunan hutan luar biasa. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan