Trakoma Adalah Penyakit Mata yang Dapat Menular dan Merupakan Salah Satu Penyebab Kebutaan

Trakoma adalah penyakit mata yang dapat menular dan merupakan salah satu penyebab kebutaan. Trakoma disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dengan lalat sebagai perantaranya.Trakoma lebih sering terjadi di negara-negara dengan tingkat kebersihan yang rendah dan iklim yang kering dan panas seperti negara-negara di benua Asia dan Afrika. Selain itu, trakoma juga sering meyerang anak-anak dan pada akhirnya menyebabkan kebutaan yang tidak dapat diobati puluhan tahun kemudian.

Penyebab utama kebutaan di dunia saat ini adalah trakoma, yang diberi bakteri Chlamydia trachomatis . Sebanyak 229 juta orang tinggal di daerah yang berisiko karena tempat perkembangan penyakit berbahaya tersebut. Singkatnya, trakoma merupakan infeksi mata akibat bakteri yang sama dengan sakit mata atau konjungtivis. Infeksi berulang, dikombinasikan dengan reaksi tubuh, dan sering memiliki risiko yang berbahaya.

Awal mula membangun trakoma penuh dengan membran pada bagian yang lebih besar dari luar bola mata, kemudian melapisi permukaan bagian dalam kelopak mata atau disebut konjungtiva. Infeksi yang secara berulang bisa terjadi selama bertahun-tahun, yang akhirnya terbentuk jaringan parut yang menyebabkan margin kelopak mata berubah ke dalam.

Tukarkan, bulu mata pun menjadi kebalikan dan menggores kornea bening. Goresan yang menyakitkan itu menimbulkan kerusakan. Hal tersebut sama pandangan atau penglihatan menjadi buram. Selain itu, kornea mata dan mata menjadi sangat tidak nyaman.



Untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan trichiasis atau bulu mata yang membebani itu, banyak orang yang akhirnya mencabut bulu mata dengan pinset. Efek atau efek yang ditimbulkan biasanya penyebab luka luka yang berujung pada kebutaan sementara. Hal itu sering terjadi pada orang yang berusia antara 30 dan 40 tahun.

Dulu, trakoma dikenal sebagai “penyakit busuk” selama berabad-abad dan selalu dengan kondisi kering dan berdebu. Trakoma adalah penyakit masyarakat miskin, yang tinggal di tempat ramai dengan sumber air langka dan sanitasi yang tak memadai.

Penularan trakoma melalui tangan yang tidak dicuci, wajah, dan alat atau benda-benda yang berhubungan langsung dengan mata atau hidung orang yang penting. Infeksi yang sedang berlangsung dan infeksi ulang penyakit penyakit ke tahap penglihatan yang mulai hilang.

Penyakit trakoma lebih banyak dan lebih parah. Sebab, wanita erat terjalin dengan anak sehingga peluangnya terkena infeksi ulang dari anak yang lebih besar. Penyakit ini sangat berbahaya. Sebab, jika tidak segera diobati, infeksinya akan terus berlanjut, sebab jaringan parut memburuk selama tahun-tahun, bahkan bila terlambat bisa kebutaan total.

Sekitar 80 persen penderita trakoma tinggal di 14 negara berisiko tinggi, 13 dierah berada di Afrika dan Pakistan. Infeksi yang disertai trakoma dapat dicegah dengan mengurangi tempat infeksi dan penularan, menggunakan antibiotik, dan memperbaiki sanitasi udara dengan menjaga kebersihannya.

Namun pengobatan itu menjadi semakin kompleks dan tidak berlaku pada penyakit yang lebih modern. Cara lain, seperti operasi kelopak mata yang terluka akibat goresan oleh bulu mata, juga memiliki risiko kegagalan dan ditakutkan akan kambuh karena jaringan parut progresif yang disertai trakoma.

Penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi aktif juga bisa dengan wajah untuk menghentikan lalat yang sedang mengalami infeksi dengan akses udara dan sanitasi yang lebih baik.

Kunci utama mencegah trakoma adalah membantu masyarakat keluar dari kemiskinan. Sebab, trakoma umumnya hilang saat tingkat menurun. Pendidikan untuk warga mengenai penyakit trakoma, kebersihan lingkungan, dan pencahayaan wajah dengan rutin juga membantu dan dapat menghentikan penyebaran trakoma.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan